<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xml:lang="id-ID"><generator uri="https://jekyllrb.com/" version="4.4.1">Jekyll</generator><link href="https://elimlebbeng.deo.my.id/feed.xml" rel="self" type="application/atom+xml" /><link href="https://elimlebbeng.deo.my.id/" rel="alternate" type="text/html" hreflang="id-ID" /><updated>2026-06-20T13:54:29+07:00</updated><id>https://elimlebbeng.deo.my.id/feed.xml</id><title type="html">GTM Jemaat Elim Lebbeng</title><subtitle>Website resmi GTM Jemaat Elim Lebbeng — tempat bertumbuh dalam iman, persekutuan, dan pelayanan.</subtitle><entry><title type="html">Tetap Tenang di Tengah Badai</title><link href="https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/tetap-tenang-di-tengah-badai/" rel="alternate" type="text/html" title="Tetap Tenang di Tengah Badai" /><published>2026-06-16T00:00:00+07:00</published><updated>2026-06-16T00:00:00+07:00</updated><id>https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/tetap-tenang-di-tengah-badai</id><content type="html" xml:base="https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/tetap-tenang-di-tengah-badai/"><![CDATA[<p>Ada masa ketika hidup terasa seperti perahu kecil di tengah ombak besar. Kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi keadaan belum juga menjadi tenang. Dalam momen seperti itu, mudah bagi kita untuk mengira bahwa Tuhan diam atau tidak peduli.</p>

<p>Kisah para murid di danau mengingatkan kita bahwa kehadiran Yesus tidak selalu berarti tidak akan ada badai. Namun, kehadiran-Nya berarti badai tidak pernah memegang kata terakhir.</p>

<h2 id="iman-bukan-penyangkalan">Iman bukan penyangkalan</h2>

<p>Beriman bukan berarti berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Iman berani mengakui ketakutan, lalu memilih membawa ketakutan itu kepada Tuhan. Kita boleh datang dengan doa yang belum rapi dan hati yang gemetar.</p>

<p>Hari ini, tarik napas. Ingat kembali siapa yang ada di dalam perahumu. Damai bukan hanya ditemukan ketika keadaan berubah, tetapi ketika kita sadar bahwa kita tidak pernah ditinggalkan.</p>]]></content><author><name>Ps. Daniel Wijaya</name></author><category term="Iman" /><summary type="html"><![CDATA[Ada masa ketika hidup terasa seperti perahu kecil di tengah ombak besar. Kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi keadaan belum juga menjadi tenang. Dalam momen seperti itu, mudah bagi kita untuk mengira bahwa Tuhan diam atau tidak peduli.]]></summary></entry><entry><title type="html">Anugerah untuk Hari Ini</title><link href="https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/anugerah-untuk-hari-ini/" rel="alternate" type="text/html" title="Anugerah untuk Hari Ini" /><published>2026-06-09T00:00:00+07:00</published><updated>2026-06-09T00:00:00+07:00</updated><id>https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/anugerah-untuk-hari-ini</id><content type="html" xml:base="https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/anugerah-untuk-hari-ini/"><![CDATA[<p>Kita sering membawa beban hari esok ke dalam hari ini. Pikiran dipenuhi kemungkinan, jadwal, dan kekhawatiran yang bahkan belum terjadi. Namun Tuhan memberikan anugerah dalam takaran harian.</p>

<p>Seperti embun yang hadir setiap pagi, belas kasih-Nya selalu baru. Kita tidak diminta memiliki kekuatan untuk satu tahun penuh—kita hanya diajak setia untuk langkah yang ada di depan mata.</p>

<p>Mulailah hari dengan satu doa sederhana: “Tuhan, tunjukkan anugerah-Mu yang cukup untuk hari ini.” Lalu bukalah mata. Sering kali jawaban-Nya hadir melalui hal yang biasa: percakapan yang menguatkan, kesempatan untuk menolong, atau ketenangan kecil di tengah kesibukan.</p>]]></content><author><name>Maria Natalia</name></author><category term="Anugerah" /><summary type="html"><![CDATA[Kita sering membawa beban hari esok ke dalam hari ini. Pikiran dipenuhi kemungkinan, jadwal, dan kekhawatiran yang bahkan belum terjadi. Namun Tuhan memberikan anugerah dalam takaran harian.]]></summary></entry><entry><title type="html">Kasih yang Mengambil Bentuk</title><link href="https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/kasih-yang-mengambil-bentuk/" rel="alternate" type="text/html" title="Kasih yang Mengambil Bentuk" /><published>2026-06-02T00:00:00+07:00</published><updated>2026-06-02T00:00:00+07:00</updated><id>https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/kasih-yang-mengambil-bentuk</id><content type="html" xml:base="https://elimlebbeng.deo.my.id/renungan/kasih-yang-mengambil-bentuk/"><![CDATA[<p>Kasih bukan hanya perasaan hangat. Kasih mengambil bentuk: telinga yang mau mendengar, tangan yang bersedia menolong, meja yang menyediakan satu kursi lagi, dan waktu yang diberikan tanpa terburu-buru.</p>

<p>Yesus menunjukkan kasih yang mendekat. Ia melihat mereka yang sering terlewatkan dan berhenti bagi orang yang dianggap mengganggu jadwal. Mengikuti-Nya berarti belajar memiliki ritme yang sama.</p>

<p>Siapa yang dapat kita lihat hari ini? Mungkin kita tidak mampu menyelesaikan seluruh masalahnya, tetapi kita selalu dapat hadir. Kebaikan yang kecil, ketika dilakukan dengan tulus, dapat menjadi jendela tempat seseorang melihat pengharapan.</p>]]></content><author><name>Tim Pelayanan Kota</name></author><category term="Kasih" /><summary type="html"><![CDATA[Kasih bukan hanya perasaan hangat. Kasih mengambil bentuk: telinga yang mau mendengar, tangan yang bersedia menolong, meja yang menyediakan satu kursi lagi, dan waktu yang diberikan tanpa terburu-buru.]]></summary></entry></feed>