Kita sering membawa beban hari esok ke dalam hari ini. Pikiran dipenuhi kemungkinan, jadwal, dan kekhawatiran yang bahkan belum terjadi. Namun Tuhan memberikan anugerah dalam takaran harian.

Seperti embun yang hadir setiap pagi, belas kasih-Nya selalu baru. Kita tidak diminta memiliki kekuatan untuk satu tahun penuh—kita hanya diajak setia untuk langkah yang ada di depan mata.

Mulailah hari dengan satu doa sederhana: “Tuhan, tunjukkan anugerah-Mu yang cukup untuk hari ini.” Lalu bukalah mata. Sering kali jawaban-Nya hadir melalui hal yang biasa: percakapan yang menguatkan, kesempatan untuk menolong, atau ketenangan kecil di tengah kesibukan.