Kasih bukan hanya perasaan hangat. Kasih mengambil bentuk: telinga yang mau mendengar, tangan yang bersedia menolong, meja yang menyediakan satu kursi lagi, dan waktu yang diberikan tanpa terburu-buru.

Yesus menunjukkan kasih yang mendekat. Ia melihat mereka yang sering terlewatkan dan berhenti bagi orang yang dianggap mengganggu jadwal. Mengikuti-Nya berarti belajar memiliki ritme yang sama.

Siapa yang dapat kita lihat hari ini? Mungkin kita tidak mampu menyelesaikan seluruh masalahnya, tetapi kita selalu dapat hadir. Kebaikan yang kecil, ketika dilakukan dengan tulus, dapat menjadi jendela tempat seseorang melihat pengharapan.