Ada masa ketika hidup terasa seperti perahu kecil di tengah ombak besar. Kita sudah berusaha sekuat tenaga, tetapi keadaan belum juga menjadi tenang. Dalam momen seperti itu, mudah bagi kita untuk mengira bahwa Tuhan diam atau tidak peduli.
Kisah para murid di danau mengingatkan kita bahwa kehadiran Yesus tidak selalu berarti tidak akan ada badai. Namun, kehadiran-Nya berarti badai tidak pernah memegang kata terakhir.
Iman bukan penyangkalan
Beriman bukan berarti berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja. Iman berani mengakui ketakutan, lalu memilih membawa ketakutan itu kepada Tuhan. Kita boleh datang dengan doa yang belum rapi dan hati yang gemetar.
Hari ini, tarik napas. Ingat kembali siapa yang ada di dalam perahumu. Damai bukan hanya ditemukan ketika keadaan berubah, tetapi ketika kita sadar bahwa kita tidak pernah ditinggalkan.